Archive for the ‘serambi’ Category


Pesta kembang api dan hingar bingar menyambut malam tahun baru sudah usai. Segala keceriaan, kegembiraan dan suara terompet yang tiada hentinya tadi malam kini kembali senyap bagaikan tertelan pagi yang begitu dingin membekukan darah.

Manusia kembali tersadar akan kenyataan yang ada di hadapannya. Segala persoalan kembali menjadi momok yang harus dihadapi. Pesta malam tahun baru hanya menyisakan sampah di jalan-jalan dan di otak manusia yang tak pernah dewasa menyikapi hidup.

Pergantian tahun tidaklah sekedar dijadikan momen untuk pesta dan hura-hura tetapi harus dijadikan momentum untuk perubahan diri. Adakah resolusi kepada diri untuk menjadi lebih baik di tahun baru. Adakah perubahan dari tahun ke tahun selain usia kita semua yang lebih tua.

Rasululloh SAW bersabda dengan terjemahan bebas seperti ini : Barang siapa yang mempunyai amal hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yg beruntung. Barangsiapa yang amalnya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang rugi. Dan barangsiapa yang amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin maka dia adalah orang yang celaka.

Kalau melihat hadist di atas jelaslah bahwa sebagian besar manusia berada di golongan kedua atau yang ketiga dengan fakta masih merajalelanya kemaksiatan di sekeliling kita. Korupsi makin menjadi-jadi dan merasuki semua level dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Serta yang pasti adalah kesia-siaan orang-orang yang merayakan malam tahun baru yang tak pernah berpikir tentang hakekat kehidupan ini.


Mengapa kalau kita lama tidak menulis, dan tidak segera mulai menulis maka semakin banyak alasan dan hambatan untuk tidak menulis. Kalau diibaratkan seperti naik sepeda, kayuhan pertamalah yang paling berat. Tetapi sekali pedal dikayuh dan roda berputar maka tarikan menjadi lebih ringan. Semakin kencang roda berputar maka kayuhan semakin ringan jadinya.

Inilah yang terjadi pada blog ini. Sudah hampir tiga minggu, saya tidak update blog lagi. Berbagai kegiatan di kantor, pelatihan, rapat dan acara rekreasi bersama keluarga membuat aktivitas menulis saya menjadi tertunda.

Hari ini, setelah mendapat waktu yang leluasa, saya mencoba lagi menulis beberapa kata. Walaupun di awal tidak ada ide sama sekali, topik mana yang harus menjadi tema tulisan. Saya biarkan saja mengalir, yang penting jari jemari ini tetap menari di atas keyboard sambil otak berputar mencari bahan atau ide tulisan.

Yah,…mau apa lagi. Saya tidak mau terjebak dengan rutinitas pekerjaan. Harus ada pencerahan yang dimulai dari dalam. Otak kanan saya akan semakin beku apabila tangan, kaki serta anggota tubuh lainnya harus mengikuti segala aturan dan tugas yang telah diprogramkan sehari-hari.

Ok, tiba-tiba saya punya ide untuk ditulis saat ini. Menulis bukan keharusan tetapi merupakan keperluan. Ungkapan ini pernah saya dengar dari seorang teman saya. Tidak menulis bagi seseorang memang tidak berdampak apa-apa. Tetapi pada saat ada keperluan, maka menulis merupakan keharusan.
(lebih…)


Hari ini tanggal 8 Maret 2011, diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia. Agak berbeda dengan peringatan hari Ibu setiap tanggal 22 Desember, peringatan hari perempuan tidak dirayakan dengan nuansa busana tertentu seperti halnya pemakaian kebaya dan sebagainya, yang mencerminkan feminisme seorang perempuan.

Hari perempuan lebih diperingati secara batiniah daripada perayaan formalitas secara phisik. Emansipasi tidak sekedar menempatkan hak perempuan sejajar dengan pria, tapi lebih dari itu. Perempuan adalah sosok manusia yang mempunyai dua sisi karakter yang berlawanan yaitu sisi lembut dan sisi keras. Perempuan secara phisik dan tutur kata lebih lembut. Namun di balik itu, mempunyai kekuatan dalam menghadapi permasalahan kehidupan lebih keras dari pada rata-rata seorang pria.
(lebih…)


Saat akan memasuki Masjidil Haram, rombongan kami sepakat selepas tawaf Ifadah dan Sa’i untuk bergabung kembali di lokasi yang ditentukan. Setelah beberapa orang melaksanakan hajat di toilet, kami pun bergerak menuju pintu Masjidil Haram.

Situasi Masjidil Haram yang telah dipenuhi jamaah, membuat rombongan kami tercerai berai kembali ke dalam kelompok-kelompok kecil. Saya kembali ditemani istri serta dua orang ibu berusia lanjut yang sama-sama terpisah dari rombongan besar. Kami berempat tetap berusaha untuk tidak terpisah apalagi saat memasuki halaman Kabah yang sangat padat.

Melihat situasi yang sangat padat dan khawatir terhadap kondisi tiga orang ibu yang saya kawal akhirnya diputuskan untuk melaksanakan tawaf di lantai dua. Walaupun jarak yang ditempuh untuk satu putaran di lantai dua lebih jauh dari lantai dasar, tetapi masih ada ruang untuk bergerak dan tidak terlalu panas karena tersengat matahari.

Alhamdulillah, setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam, kami bisa menyelesaikan tujuh putaran tawaf. Cukup lelah juga menyelesaikan tawaf di lantai dua yang mungkin bisa mencapai lima kiloan meter. Sebelum melaksanakan ibadah selanjutnya, kami melaksanakan shalat di belakang Makam Ibrahim dan minum air zamzam. (lebih…)

Melaksanakan tawaf Ifadhah dan Jumrah Aqabah pada waktu yang telah disunnahkan oleh Rasululloh SAW yaitu pada tanggal 10 Dzulhidzah ba’da Dhuha, membutuhkan kemauan yang kuat, kondisi phisik yang fit dan siap menjalaninya dengan penuh keikhlasan.

Mengapa hal ini sepertinya berat, karena sebagian besar jamaah haji melaksanakan hal yang sama, di tempat yang sama serta pada saat yang sama pula.

Ketika rombongan kami akan melaksanakan Jumrah Aqobah, terdengar announcemen yang memperingatkan agar jamaah haji Indonesia tidak melaksanakan lempar Jumrah pada saat itu. Dan menyarankan pada waktu yang lain yaitu mulai jam dua siang ke atas. Kami pun jadi bingung apakah tetap terus atau kembali ke tenda.
(lebih…)

Musyawarah untuk mufakat

Posted: 25 Januari 2011 in serambi
Tag:,

Ibadah haji tidak hanya melaksanakan proses ritual belaka, tetapi juga ibadah sosial dimana setiap jamaah dituntut untuk berbuat baik, tenggang rasa dan solidaritas selama ibadah.

Hampir di setiap kegiatan baik yang bersifat ritual maupun non ritual haji, diperlukan kekompakan dan kerjasama. Untuk menciptakan suasana dan kondisi seperti itu, peranan seorang pemimpin kelompok sangat menentukan.
(lebih…)

Tanajul

Posted: 23 Januari 2011 in serambi
Tag:,

Salah satu ibadah sunnah dalam prosesi ibadah haji adalah melaksanakan mabit di Mina sebelum melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji dari Indonesia pada umumnya tidak melaksanakan sunnah ini, karena jamaah haji Indonesia langsung diberangkatkan dari Mekah ke Arafah pada tanggal 8 Dzulhizah.

Mungkin penyebabnya adalah kekhawatiran akan membludaknya jamaah haji di Mina dan kemacetan yang terjadi antara Mina dan Arafah. Namun dengan program seperti ini mengurangi peluang jamaah haji Indonesia untuk mendapatkan keafdolan ibadah haji. Bagi jamaah yang ingin tetap melaksanakan mabit di Mina, maka jamaah harus memisahkan diri dari rombongan besar. Istilah pemisahan dari rombongan ini dinamakan dengan tanajul.
(lebih…)