Begin with 40

Posted: 3 Januari 2012 in Uncategorized

Sebenarnya tulisan ini sudah agak kadaluarsa karena seharusnya di-publish pada bulan September 2011 saat saya genap berumur 40 tahun. Tetapi karena saat itu saya lagi terserang penyakit “malas nulis” akhirnya baru hari ini bisa diluncurkan.

“Life begins at forty” begitulah ungkapan John Lenon dalam salah satu lagunya di era 80-an. Apa sih anehnya? Apakah dengan usia tersebut kehidupan baru seorang anak manusia dimulai lagi. Apanya yang baru?

Orang-orang mengaitkan dengan tingkah laku seseorang khususnya pria yang banyak membuat sejarah di usia 40 tahun. Mulai dari Muhammad SAW yang diangkat kerasulannya pada usia 40 tahun, seorang Soekarno yang menjadi Presiden Republik Indonesia di usia 44 tahun ataukan si Fulan tetangga kampung sebelah yang kawin ketigakalinya di usia 40 tahun.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Adakah sesuatu yang akan mengukir nama Aas di sejarah manusia? Mungkin tidak untuk Dunia, mungkin juga tidak untuk Indonesia bahkan tidak pula untuk lingkungan RT sekalipun. Mungkin sejarah itu akan terukir untuk diri sendiri dan keluarga.

Resolusi saat usia 40 tahun menurut saya tidak sekedar lebih bijaksana dalam menyikapi kehidupan. Begin with 40 adalah bagaimana mencapai tujuan hidup lebih meningkat dari sebelumnya. Tujuan hidup yang lebih agung sesuai dengan tujuan yang telah didefinisikan Alloh SWT pada saat menciptakan manusia.

Banyak dimensi yang harus diukur, dievaluasi dan dilakukan perbaikan. Mulai dari perkembangan spiritualitas, keharmonisan keluarga, pendidikan anak-anak, karir, sosial kemasyarakatan, kesehatan dan kebugaran fisik, investasi, dan masih banyak dimensi lainnya sebagai kesempurnaan hidup seorang manusia.

Kalau diukur dari yang kasat mata, pencapaian saya di usia ini sebenarnya untuk tahap pertama bisa dikatakan sukses. Istri yang cantik dan solehah, anak-anak yang sehat dan lucu, sudah menunaikan Ibadah haji, lulus S-2, karir di kantor cukup, punya rumah dan mobil sendiri serta berbagai investasi lainnya yang lumayan.

Lalu bagaimana selanjutnya. Bagaimana agar kesuksesan yang telah diraih bisa dikonversikan menjadi bekal yang terus tumbuh baik sampai akhir hayat maupun sampai di alam baka nanti. Mungkin kontribusi fisik lebih besar saat usia sebelum 40, namun di usia 40 tahun ke atas kontribusi hati dan ruh harusnya semakin membesar dan dominan.

Banyak amal dan amalan yang harus dilakukan. Tidak untuk mengejar prestasi dan prestise dunia tetapi untuk mendapatkan Ridho Alloh SWT sebanyak-banyaknya. Semoga niat di awal 40 tahun ini menjadi pemicu semangat saya untuk mengukir kesuksesan baru khususnya bagi diri sendiri dan keluarga. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s