Menulis, bukan keharusan tetapi keperluan

Posted: 19 April 2011 in serambi
Tag:, , ,


Mengapa kalau kita lama tidak menulis, dan tidak segera mulai menulis maka semakin banyak alasan dan hambatan untuk tidak menulis. Kalau diibaratkan seperti naik sepeda, kayuhan pertamalah yang paling berat. Tetapi sekali pedal dikayuh dan roda berputar maka tarikan menjadi lebih ringan. Semakin kencang roda berputar maka kayuhan semakin ringan jadinya.

Inilah yang terjadi pada blog ini. Sudah hampir tiga minggu, saya tidak update blog lagi. Berbagai kegiatan di kantor, pelatihan, rapat dan acara rekreasi bersama keluarga membuat aktivitas menulis saya menjadi tertunda.

Hari ini, setelah mendapat waktu yang leluasa, saya mencoba lagi menulis beberapa kata. Walaupun di awal tidak ada ide sama sekali, topik mana yang harus menjadi tema tulisan. Saya biarkan saja mengalir, yang penting jari jemari ini tetap menari di atas keyboard sambil otak berputar mencari bahan atau ide tulisan.

Yah,…mau apa lagi. Saya tidak mau terjebak dengan rutinitas pekerjaan. Harus ada pencerahan yang dimulai dari dalam. Otak kanan saya akan semakin beku apabila tangan, kaki serta anggota tubuh lainnya harus mengikuti segala aturan dan tugas yang telah diprogramkan sehari-hari.

Ok, tiba-tiba saya punya ide untuk ditulis saat ini. Menulis bukan keharusan tetapi merupakan keperluan. Ungkapan ini pernah saya dengar dari seorang teman saya. Tidak menulis bagi seseorang memang tidak berdampak apa-apa. Tetapi pada saat ada keperluan, maka menulis merupakan keharusan.

Motif seseorang menulis sangat bermacam-macam. Ada yang cari uang, hobbi, kejar prestasi, syarat kenaikan pangkat, tugas sekolah dsb. Apapun motif di balik menulis, kegiatan ini sangat positip terhadap perkembangan intelektualitas seorang manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka kegiatan menulis ini akan semakin banyak dan mendalam.

Namun tidak sekedar di pendidikan formal saja, menulis sangat diperlukan. Di jalur informal pun, menulis merupakan kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Tengoklah penulis buku fiksi Harry Potter. Seorang ibu rumah tangga yang bernama JK Rowling, sukses menghasilkan buku-buku best seller dan menjadikannya orang terkaya sepanjang sejarah kesusastraan dunia.

Tidak jauh dari tempat saya bekerja, dua orang rekan saya berhasil tenar karena hobbi menulis. Seorang Andrea Hirata dan Lintong Simaremare. Untuk nama yang pertama, mungkin hampir semua orang sudah tahu sepak terjangnya. Tetapi untuk yang kedua ini, mungkin banyak yang belum mengenal.

Lintong Simaremare mengawali dari sebuah blog. Karena konsistensinya dalam menulis maka ia pun memberanikan diri membuat buku Bread4Friends persis sama dengan judul blognya.

Selama 2 tahun ditolak oleh 22 penerbit. Pada pengajuan ke-33, pada bulan Agustus 2010, penerbit ke-33 tertarik dengan kekayaan konten bread for friends dan pada tanggal 1 Maret 2011 buku itu diterbitkan. Pada tanggal 1 April 2011 buku bread for friends mencetak sejarah di Gramedia dan Gunung Agung menjadi buku best seller dalam waktu satu bulan sejak buku didisplay.

Itulah sebuah imbalan dari konsistensi dan dedikasi yang tinggi. Kita semua pun bisa, asalkan menulis menjadi sebuah keperluan dalam diri kita. Sebuah keperluan untuk menjadi yang terbaik dengan upaya dan potensi yang kita miliki.

Komentar
  1. Agus Siswoyo mengatakan:

    Kalau saya sudah pada tahap kecanduan. Nggak nulis sehari rasanya tangan gatal.🙂

  2. arieiswadi mengatakan:

    saya baru belajar menulis mas… tambah semangat baca artikel ini, trims ya mas..

  3. RAHMAT LINUR mengatakan:

    ge mna crax agar kta bisa mnulis thu g’ kluar dri judul yg kta tlis trsebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s