Beberapa Kesalahan Memulai Usaha

Posted: 26 Maret 2011 in Pemasaran
Tag:,


Sebagai seorang pegawai, saya berusaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari bisnis dan investasi. Sebagaimana dalam buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki, jika ingin menjadi seorang yang kaya raya maka orang yang berada di kuadran E harus berpindah ke Kuadran B atau I.

Proses menuju Kuadran B dan Kuadran I ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kiat-kiat yang tercantum dalam buku-buku dan seminar-seminar Entrepreneur belum terasa hasilnya secara langsung. Walaupun sudah mencoba dipraktekan dan terjun dalam dunia bisnis namun hasilnya masih jauh dari harapan.

Oleh karena itu, mari kita bedah apa saja kesalahan saya selama ini yang menyebabkan proses ini belum berhasil. Beberapa hal diantaranya adalah :

1. Terburu-buru dalam mengambil keputusan

Sifat manusia yang buruk seperti yang ternukil dalam Al Quran adalah tergesa-gesa. Apalagi dalam usaha, karena terburu-buru dalam mengambil keputusan maka akibatnya bisa menjadi fatal. Perlu ada pertimbangan atau perencanaan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan bisnis. Misalnya ada tawaran bisnis yang menjanjikan keuntungan yang besar, kita jangan terburu-buru memutuskan bergabung. Tetapi tetap tenang dan melakukan cek dan ricek dulu sebelum mengambil keputusan.

2. Terlalu banyak bayar dimuka

Kesalahan kedua adalah terlalu banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya operasional yang sifatnya jangka menengah atau panjang. Dalam istilah akuntansi adalah biaya dibayar dimuka. Biaya dimuka ini biasanya dikeluarkan untuk sewa tempat, biaya franchise, kendaraan atau peralatan lainnya dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Padahal untuk memulai usaha tidak perlu mengambil waktu yang panjang dahulu, cukup dengan jangka waktu pendek disesuaikan dengan bisnis yang kita kelola. Pada saat usaha mulai terbukti berkembang dan maju, baru dipersiapkan sarana dan prasarana dengan jangka waktu yang lebih panjang.

3. Tidak melakukan survey pasar

Untuk mengawali bisnis biasanya orang memilih dua alternatif yaitu memulai bisnis sendiri dari nol atau mengambil bisnis yang sudah jadi seperti franchise. Walaupun pilihan yang kedua lebih teruji dan terbukti berhasil di tempat lain namun belum tentu berhasil di lokasi kita. Tetap saja harus dilakukan survey pasar terlebih dahulu, untuk melihat pasar dari produk yang akan kita jual, budaya atau kebiasaaan masyarakat, para pesaing yang sudah ada, subtitusi produk yang akan mengancam, harga yang akan ditawarkan apakah masih bisa masuk dan sebagainya. Dengan melakukan upaya ini, minimal hambatan-hambatan di awal usaha bisa diminimalisir.

4. Menganggap enteng rekrutasi

Kesalahan keempat dalam memulai usaha adalah menganggap enteng rekrutasi pegawai. Perusahaan kecil atau usaha yang baru berdiri biasanya dimulai dari keluarga. Pegawai yang dipekerjakan juga dari keluarga atau kenalan tanpa melalui proses rekrutmen atau seleksi. Hal ini yang menyebabkan proses try & error karena pegawai belum mempunyai kompetensi dan pengalaman yang sesuai. Efek dari kesalahan ini adalah kualitas produk dan layanan yang sering berubah, biaya yang membengkak dan ujung-ujungnya akan mempengaruhi kualitas produk atau layanan yang diberikan kepada para pelanggan.

5. Menurunkan kualitas demi keuntungan sesaat

Dalam menjalankan usaha, untung dan rugi bagi para pengusaha adalah biasa. Saat keuntungan menurun atau saat ingin menaikan profit, pengusaha melakukan berbagai upaya misalnya menaikan omzet atau mengurangi cost. Kesalahan utama dalam mengurangi cost adalah dengan mengurangi kualitas produk. Hal ini tentu saja tidak akan dimaafkan oleh pelanggan kita. Lebih baik mengurangi profit atau menaikan harga sedikit lebih tinggi daripada image produk kita jatuh dan berakibat hancurnya masa depan produk kita.

6. Melakukan pembelian yang tidak perlu

Kesalahan keenam yang sering dijumpai dari seseorang yang baru terjun dalam bisnis adalah melakukan pembelian yang tidak perlu. Terkadang demi memuaskan keinginan sendiri atau pasangan, kita melengkapi tempat atau peralatan usaha kita dengan berbagai asesoris atau peralatan yang tidak perlu dan menghabiskan banyak biaya. Hal inilah yang menyebabkan tingginya beban biaya dan mengurangi profit secara langsung. Seharusnya pada awal mulai usaha kita melakukan pembelian yang dibutuhkan saja, bukan semata-mata berdasar keinginan semata.

Komentar
  1. Agus Siswoyo mengatakan:

    Like this! Artikel yang wajib dibaca kawan-kawan IM pemula.

  2. kamaropini mengatakan:

    kalau tips dari yang berpengalaman memang jos… hehe, butuh lebih banyak tips2 lagi biar memantapkan hati ke jalur bisnis.

  3. argo mengatakan:

    thanks infonya,,,
    kunjungi juga blog kami di http://uhooimodel.blogspot.com

  4. guru rusydi mengatakan:

    sering rakyat mengambil jalan pintas karena perut harus segera diisi. apalgi diperparah dengan diamnya penguasa

  5. Kuncén mengatakan:

    Duh nuhun Kang, tambihan elmu yeuh kanggo abdi nu nembe diajar kana bisnis😀

  6. Digital photography mengatakan:

    mencoba bisnis online, modalnya nggak banyak, tapi ternyata juga makan waktu dan tenaga dan pikiran yang banyaaaaak banget, dan hasil belum seimbang dengan pengorbanan juga, duh…
    mohon bimbingannya…

  7. Adit Aghasi mengatakan:

    SEKEDAR BACAAN KECIL YANG BERNILAI BESAR🙂

    Pentingnya belajar dari pengalaman ya Bos.. Baik itu pengalaman kita pribadi mau pun orang lain.. Tetap mengadopsi hal² positif dan buang negatifnya.. Never give up.. Sukses ya Bos!

  8. Adit Aghasi mengatakan:

    SEKEDAR BACAAN KECIL YANG BERNILAI BESAR🙂

    Pentingnya belajar dari pengalaman ya Bos.. Baik itu pengalaman kita pribadi mau pun orang lain.. Tetap mengadopsi hal² positif dan buang negatifnya.. Never give up.. Sukses ya Bos!😀

  9. Gokil mengatakan:

    Banyak temen-temen yang sukses usahanya berkat moto “the power of kepepet”, mungkin itu bisa jadi topik selanjutnya🙂

    Salam Kenal

  10. Zer mengatakan:

    Mau BUAT PERUSAHAAN KAYAK BAKRIE TAPI LEBIH BESAR LAGI!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s