Imunisasi Penyakit Selingkuh

Posted: 20 Februari 2011 in Uncategorized
Tag:,


Apa yang ada di benak Anda tentang kata Selingkuh?

Pastilah sebagian besar orang berpikiran yang sama yaitu perjalinan cinta dengan orang ketiga dengan cara mengkhianati pasangannya yang sah.

Memang benar, selingkuh menjadi istilah yang tidak surut oleh zaman. Setiap hari baik di media maupun di sekeliling kita. Mulai dari artis, pejabat, pengusaha, pendidik, saudara, teman sampai dengan kucing tetangga melakukan perselingkuhan hehehe…

Selingkuh kata orang iseng adalah singkatan dari selingan indah keluarga utuh. Perselingkuhan mungkin bagi sebagian orang dianggap biasa saja karena manusia adalah mahluk yang bisa salah dan khilaf. Apalagi kalau yang melakukan selingkuh adalah seorang pria. Mungkin ada yang salah dengan istrinya, jangan-jangan pelayanan istrinya mengecewakan. Atau karena si suami sudah menginjak usia 40 tahunan, terkena sindrom puber kedua sehingga harus dimaklumi kalau mencari wanita idaman lain.

Apapun penyebabnya, perselingkuhan tetap menimbulkan penderitaan. Penderitaan yang bisa diderita oleh salah satu pihak yang diselingkuhi atau anak-anak yang masih memerlukan kasih sayang kedua orangtuanya. Dari beberapa kasus perceraian akibat perselingkuhan, sebagian besar keluarga baik tersangka maupun korban perselingkuhan tidak mendapatkan kebahagiaan atau kesuksesan yang lebih baik daripada sebelumnya.

Bahkan dari pengalaman orang-orang yang bercerai karena perselingkuhan, keluarga yang ditinggal rata-rata terbengkalai. Mungkin karena pembagian harta yang tidak memenuhi syarat kesejahteraan atau karena mantan suami tidak lagi peduli akan masa depan mantan istri dan anak-anaknya.

Untuk mencegah terkena penyakit selingkuh ini, ada baiknya kita melakukan imunisasi dengan cara berikut ini :

– Jangan membukakan pintu hati sedikitpun untuk yang lain. Dengan semakin mapannya kita, banyak yang memancing kita untuk sedikit menengok ke yang lain. Apalagi yang lain itu lebih muda, lebih cakep dan lebih manja daripada pasangan kita. Ingat, hal itu adalah umpan agar kita terpancing ke dalam proses perselingkuhan lebih lanjut.

– Syukuri pasangan sah kita sekarang ini. Kalaupun ada kekurangan jangan melihat itu sebagai alasan kita untuk berpaling. Terimalah apa adanya, carilah kelebihan dari pasangan kita apakah itu sisi kesetiaan atau pengorbanan yang telah dia lakukan pada diri kita selama ini. Mungkin inilah saatnya kita membalas kebaikan pasangan kita dengan merekatkan lagi hubungan dengan pasangan kita.

– Perbanyak kegiatan berupa ibadah, olahraga atau hobbi yang lain yang akan menjadi kegiatan yang akan menyegarkan kembali pikiran dan badan kita dari kegiatan rutin sehari-hari. Tentu saja kegiatan yang diikuti tidak menambah peluang untuk melakukan perselingkuhan.

– Bicarakan secara terbuka permasalahan yang ada dengan pasangan kita. Jangan sampai, permasalahan kita sendiri atau pasangan kita dibicarakan dengan pihak ketiga yang justru akan mengakibatkan kepada perselingkuhan.

– Gunakan waktu libur untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Disinilah seorang suami atau istri bisa memupuk rasa kasih sayang diantara pasangan dan anak-anaknya. Dengan dekatnya hubungan keluarga ini, seorang suami atau istri akan berpikir seribu kali untuk berselingkuh. Kasihan anak-anak, begitu yang terpikir kalau terjadi keretakan hubungan pasangan suami istri.

Itulah beberapa hal yang bisa menghindarkan kita dari perselingkuhan. Memang terkadang perselingkuhan tidak sesederhana itu di awalnya. Tapi kalau itikad kita lurus dengan pasangan kita, Insya Allah godaan dan cobaan apapun bisa dilewati dengan mulus.

Komentar
  1. Erdien mengatakan:

    Selingkuh? Nggak bangets!!!
    Satu yang halal aza tanggung jawabnya berat. Masa mo dibebanin dosa selingkuh juga😦

  2. Erdien mengatakan:

    Kalo nyelingkuhin blog yg satu dengan yang lain baru boleh keknya heheh🙂

  3. beoding mengatakan:

    pacar atau istrinya aja belum punya pak🙂..tapi ya thnks tipsnya pak, kali aja nanti saya terapkan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s