Gaya Presentasi Seorang Manager

Posted: 5 Februari 2011 in Manajemen
Tag:, ,


Di sela-sela istirahat rapat bulanan regional, saya mendapatkan inspirasi untuk menulis gaya presentasi seorang manager. Insipirasi ini berdasarkan pengamatan terhadap beberapa manager yang melakukan presentasi dalam rapat tersebut. Para manager ini harus mempresentasikan program kerja untuk mencapai target tahunan di wilayah kerjanya masing-masing.

Sebelum melakukan presentasi, para manager diberikan waktu untuk mempersiapkan presentasi dengan stafnya. Hampir semua manager melakukan presentasi dengan percaya diri dan mampu menyajikan materi dengan baik. Namun begitu ada beberapa gaya presentasi yang menarik untuk dibahas. Saya kelompokan presentasi beberapa manager tersebut ke dalam empat gaya presentasi sebagai berikut :

Gaya Insinyur

Manager dengan gaya insinyur ini banyak terfokus kepada hal-hal yang berbau teknis seperti angka, tabel dan grafik. Pembukaan presentasi biasanya singkat, tidak banyak berbasa-basi dan langsung pada pokok permasalahan. Manager dengan gaya ini lebih terfokus kepada pendekatan-pendekatan melalui model-model statistik untuk menganalisis permasalahan dan program.

Seperti halnya seorang insinyur dalam melakukan rancang bangun, manager seperti ini menyusun presentasi secara rapi dan detail. Karena terlalu asyik dengan data dan fakta terkadang manager lupa kondisi audiens saat itu. Apakah masih tetap semangat mendengarkan ataukah sebaliknya. Kalau tidak diimbangi dengan selingan joke atau yang lainnya, audiens menjadi cepat bosan dan mengantuk. Hal inilah yang menyebabkan seorang manager gagal menciptakan suasana yang menarik perhatian dan minat audiens secara konsisten dari awal sampai akhir presentasi.

Gaya Filsuf


Ciri khas dari presentasi Gaya Filsuf ini adalah banyak menitikberatkan kepada pemikiran yang kritis terhadap suatu permasalahan. Biasanya lebih terfokus kepada pertanyaan what dan why. Manager dengan gaya ini membuat seluruh audiens ikut berpikir dan terkadang dibuat bingung dengan pernyataan atau pertanyaan yang dicetuskan sang manager.

Biasanya presentasi dengan gaya ini dibuka dengan sebuah pertanyaan kritis. Pertanyaan yang membuat audiens sejenak berpikir dan perhatian terfokus kepada presentator. Pertanyaan tersebut terkadang tidak langsung berhubungan dengan materi yang disampaikan tetapi secara cerdas menjembatani pemikiran audiens dengan pemikiran sang presentator.

Walaupun dengan gaya seperti ini, seorang manager mampu meyakinkan dan menarik minat audiens namun kalau tidak fokus terhadap inti permasalahan maka presentasi terkesan lamban dan memboroskan waktu. Apalagi kalau materi presentasi tidak diimbangi dengan data dan analisis yang tajam, maka alur presentasi menjadi tidak efektif dan audiens menganggapnya sebagai presentasi yang biasa saja.

Gaya Politikus

Gaya Politikus ini biasanya dianut oleh para manager dengan karakter sangat percaya diri, berani dan sangat piawai berdiplomasi. Materi presentasi didominasi oleh ide-ide dirinya yang diyakininya paling benar. Manager seperti ini lebih banyak berbicara dan paling senang beradu argumentasi dengan audiens.

Walaupun terlihat sangat percaya diri dan memulai dengan presentasi yang terlihat bagus. Namun sayangnya manager seperti ini terkadang tidak dapat memberikan data dan analisis yang tajam. Saat diberikan pertanyaan dari audiens menyangkut data-data yang ditampilkan, manager seperti ini agak gelagapan dan menjawabnya berbelit-belit.

Presentasi dengan Gaya Politikus ini biasanya menghasilkan diskusi atau debat yang panjang dan melelahkan. Banyak pertanyaan yang seharusnya dijawab secara sederhana oleh sang manager berubah menjadi sebuah perdebatan yang panjang. Manager seperti ini sangat sulit menerima kekalahan dan tetap berupaya untuk memenangkan setiap adu argumentasi.

Gaya Entertainer


Gaya keempat ini biasanya tampil agak santai. Presentasi diawali dengan sedikit joke yang membuat audiens terlihat fresh lagi dari ketegangan presentasi sebelumnya. Manager seperti ini mampu berinteraksi dengan audiens tidak hanya dalam diskusi bahkan di dalam materinya sendiri.

Dengan pintarnya manager seperti ini, menyiapkan gambar dan animasi yang ada hubungannya dengan orang atau kejadian saat itu. Sehingga pada saat presentasi, manager ini mendapat perhatian penuh dan sering mendapatkan applus dari audiens. Ketertarikan audiens pun bisa terbangun sejak awal sampai akhir presentasi.

Seperti halnya seorang politikus, materi yang dibawakannya biasanya cenderung dangkal. Tidak ada analisis yang tajam sebagai landasan berpikir dari program yang dipresentasikannya. Manager dengan gaya ini lebih fokus terhadap konteks daripada konten presentasi. Sebagai seorang entertainer, manager ini berhasil membuat presentasi ini hidup walaupun lebih miskin makna.

Demikianlah beberapa gaya presentasi yang coba kami amati dari beberapa manager yang tampil. Memang diantara manager ada yang sudah bisa menggabungkan beberapa gaya, namun saya menangkap hanya karakter-karakter yang dominan sajalah yang saya munculkan dalam tulisan ini.

Mudah-mudahan dengan artikel singkat dan sederhana ini, bisa menjadi tips yang bermanfaat agar presentasi kita selanjutnya mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Amin

Komentar
  1. M Mursyid PW mengatakan:

    Masing2 punya gaya sendiri-sendiri, ya?

  2. arif wachyudin mengatakan:

    waw! keren artikelnya…thankx boz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s