Berjuang Melaksanakan Sunnah (2)

Posted: 30 Januari 2011 in serambi
Tag:, ,


Saat akan memasuki Masjidil Haram, rombongan kami sepakat selepas tawaf Ifadah dan Sa’i untuk bergabung kembali di lokasi yang ditentukan. Setelah beberapa orang melaksanakan hajat di toilet, kami pun bergerak menuju pintu Masjidil Haram.

Situasi Masjidil Haram yang telah dipenuhi jamaah, membuat rombongan kami tercerai berai kembali ke dalam kelompok-kelompok kecil. Saya kembali ditemani istri serta dua orang ibu berusia lanjut yang sama-sama terpisah dari rombongan besar. Kami berempat tetap berusaha untuk tidak terpisah apalagi saat memasuki halaman Kabah yang sangat padat.

Melihat situasi yang sangat padat dan khawatir terhadap kondisi tiga orang ibu yang saya kawal akhirnya diputuskan untuk melaksanakan tawaf di lantai dua. Walaupun jarak yang ditempuh untuk satu putaran di lantai dua lebih jauh dari lantai dasar, tetapi masih ada ruang untuk bergerak dan tidak terlalu panas karena tersengat matahari.

Alhamdulillah, setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam, kami bisa menyelesaikan tujuh putaran tawaf. Cukup lelah juga menyelesaikan tawaf di lantai dua yang mungkin bisa mencapai lima kiloan meter. Sebelum melaksanakan ibadah selanjutnya, kami melaksanakan shalat di belakang Makam Ibrahim dan minum air zamzam.

Setelah beristirahat beberapa menit, kami melaksanakan sa’i. Kondisi tempat sa’i juga sudah penuh sesak, tapi Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan Sa’i dalam waktu kurang dari satu jam saja. Padahal kalau mengingat jarak yang ditempuh cukup jauh yaitu sekitar tiga kilometer serta kondisi dua orang ibu yang saya dampingi sudah lanjut usia.

Selanjutnya kami pun mencari lokasi untuk melaksanakan tahalul. Tidak jauh dari Marwah kami pun melaksanakan tahalul dan ternyata beberapa orang dari rombongan kami yang lain sudah menunggu. Kami pun bergabung dan sambil menunggu teman kami lainnya, kami beristirahat di pelataran Masjidil Haram. Setelah mendengar informasi bahwa teman serombongan lainnya sedang perjalanan pulang, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Perjuangan kami belum selesai, karena perjalanan masih panjang. Kami harus kembali ke tenda di Mina sebelum Maghrib. Kami sempat bingung karena kondisi kami sudah sangat lelah. Kalau dihitung kembali perjalanan yang sudah dilalui diperkirakan 15 km. Subhanallah, suatu jarak yang cukup jauh apalagi bagi ibu-ibu yang sudah lanjut usia yang ada di rombongan kami ini.

Walaupun perut terasa lapar, namun kami khawatir akan terlambat kembali ke Mina. Kami pun mencoba mencari mobil umum atau pribadi yang bisa kami sewa. Ternyata sangat sulit mendapatkannya, karena setiap mobil yang datang ke jalan langsung diserbu jamaah. Kalaupun ada tarifnya sangat tinggi, bisa beratus-ratus riyal sekali jalan.

Setelah beberapa kali mencoba mencari mobil yang bisa disewa dan gagal, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Mina melewati Aziziah. Selama perjalanan ini, kesabaran kami diuji dengan cuaca yang cukup panas, perut yang lapar dan kondisi yang sudah sangat lelah. Apalagi kondisi ibu-ibu yang sudah lanjut usia walaupun masih bersemangat namun terlihat sudah sangat terkuras tenaganya. Beberapa kali langkah kami terhenti untuk sekedar melemaskan kaki yang terasa sangat tegang dan pegal.

Dengan kekuasaan Allah SWT, akhirnya kami bisa juga sampai ke lokasi perkemahan di Mina sebelum Maghrib. Perjalanan mulai berangkat hingga kembali yang mencapai kurang lebih 22 km ditempuh dengan jalan kaki tanpa henti merupakan sesuatu yang luar biasa. Apalagi diantara kami ada seorang nenek yang berusia 73 tahun. Sungguh hanya dengan izin-Nya lah, kami bisa dan mampu berjalan sejauh ini.

Komentar
  1. Erdien mengatakan:

    Emh… perjuangan anu lumayan meryogikeun kasabaran. Subhanallah!

  2. Majalah Masjid Kita mengatakan:

    hampir saya pikir sunah malam jum’at :p hehehe…
    hebat mas.. saya setuju.. tanpa kesabaran serta ikhtiar dan doa yang mengiringi segala tindakan kita,, maka rasa lapar hanya akan menjadi rasa lapar biasa.. mas nya sudah berhasil ketingkat selanjutnya.. weleeehh…. :p😦 ko’ tiba2 mumet aku yoo😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s