Ikut Jamaah walau ada Keraguan

Posted: 11 Januari 2011 in serambi
Tag:


Untuk melaksanakan Umrah, jamaah haji harus menggunakan kain ihram dan niat mulai dari Miqot. Bagi yang melakukan perjalanan udara dari Indonesia menuju Mekah, lokasi Miqot berada di wilayah Qornul Manazil. Suatu wilayah sebelum memasuki kota Jedah. Tigapuluh menit sebelum Miqot tersebut, di layar Televisi diinformasikan bahwa pesawat akan memasuki wilayah haram.

Namun informasi yang terpampang jelas di Layar Informasi tersebut tidak direspon oleh hampir seluruh jamaah haji. Hanya seorang saja yang nampak berganti pakaian menjadi Ihram. Itupun saya tahu setelah turun dari pesawat, karena pada saat di pesawat saya tidak melihat keberadaan beliau.

Sebagian besar jamaah haji ternyata sudah yakin dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI pada tahun 1980 dan diperkuat pada tahun 1982 yang membolehkan jamaah Haji Indonesia melakukan Ihram atau Miqat di kota Jedah.

Saya dan istri yang sebelumnya berniat melaksanakan miqot di Qornul Manazil akhirnya ciut dan ikut ke jamaah besar di pesawat. Walaupun masih ada keraguan apakah fatwa MUI ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan sah secara syar’i. Kalaupun ini menyimpang tentunya menjadi keputusan yang harus dipertanggungjawabkan di Dunia dan Akherat karena menyangkut nasib ribuan atau bahkan jutaan jamaah yang sudah dan akan melaksanakan ibadah Haji ke depan.

Semoga Allah mengampuni kami dari dosa dan kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja dan menerima ibadah haji kami ini. Amin ya Rabbal Alamin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s