Oleh-oleh Musafir

Posted: 8 Januari 2011 in serambi
Tag:


Hari ini saat membuat tulisan ini adalah hari ke tujuh atau pas seminggu saya berada di tanah air setelah menunaikan ibadah haji dan perjalanannya yang menghabiskan waktu lebih kurang 43 hari. Berangkat dari rumah tanggal 29 Oktober 2010 pukul 15.10 WIB dan datang ke rumah pukul 14.30 WIB.

Istirahat atau cuti yang diambil paska ibadah haji memang tidak lama, saya hanya diberikan waktu 3 (tiga) hari sosonoan (kangen-kangenan dalam bahasa sunda) dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman. Setelah itu, langsung masuk kantor dan rapat di luar kota selama 2 (dua) hari.

Saya kembali melakukan aktivitas rutin seperti sedia kala, bercengkerama dengan keluarga, bekerja di kantor, ngobrol dengan tetangga, ibadah di mesjid terdekat, olahraga, belanja dan sebagainya. Saya kembali ke dunia nyata yang lebih berat tantangannya dimana kesempatan pahala dan dosa sangat terbuka. Semua pilihan tergantung kita, jalan menuju surga ataukah jalan menuju neraka yang akan dipilih.

Saya membuat tulisan ini, untuk mengingat dan menasehati diri sendiri agar apa yang saya sedang dan akan saya lakukan ke depan tetap berada di atas jalur yang benar. Do’a selama melaksanakan ibadah haji baik dari diri sendiri maupun orang lain, menjadi Haji yang Mabrur mudah-mudahan tidak menjadi kalimat do’a belaka, tetapi setahap demi setahap terwujud. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan dan jalan yang terbaik untuk mencapai predikat tersebut. Amin ya Rabbal Alamin.

Tulisan saya, akan dimulai dengan perjalanan menuju Mekah, selama di Mekah dan Madinah dan paska ibadah haji. Mungkin tidak setiap kegiatan akan saya tulis, beberapa bersumber dari catatan kecil yang saya buat selama ibadah haji dan beberapa saya tulis di tanah air.

Semoga dari apa yang saya tulis ini, bisa menjadi ibroh atau pelajaran bagi kita semua. Mungkin banyak sudut pandang yang keliru atau tidak sejalan dengan pemahaman orang lain. Mungkin juga realitas yang dikemukakan tidak sepenuhnya tepat. Oleh karena itu, saya mohon dimaafkan sebelumnya, dan mohon diingatkan agar saya dapat memperbaikinya dan menyempurnakan tulisan ini.

Terakhir saya ucapkan terimakasih yang tak ada hingganya kepada teman-teman dan semua pihak yang telah mendo’akan kami dan membantu kami baik moril maupun materil. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Amin

Komentar
  1. Erdien mengatakan:

    Barakallahu fikum Kang. Mugia janten hajji nu mabrur. Amin!

    ===
    Diantos oleh-olehna ku ayi, mugia luang pangalaman Akang janten piluangeun kanggo ayi.
    Duh janten kabita yeuh, neda pidu’ana nya Kang, supados ayi oge tiasa mios ka tanah suci😀
    Hatur nuhun Kang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s