Kenapa hati tetap kotor di bulan Ramadhan

Posted: 1 September 2010 in serambi
Tag:, ,

Bulan Ramadhan adalah momentum setiap muslim dan muslimah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sejatinya dengan melaksanakan puasa, kita lebih takwa dan hati lebih bersih, daripada sebelumnya.

Namun kalau masih ada, perkataan atau perilaku yang negatif padahal masih berpuasa. Berarti masih perlu dipertanyakan kualitas dari puasa yang kita jalankan. Apakah sudah benar-benar sesuai dengan tujuan puasa atau memang hanya sekedar ritualitas belaka.

Perkataan dan perilaku manusia itu bersumber dari hati. Apabila hati kotor maka perkataan dan perbuatan seseorang akan kotor sehingga bisa menyakiti dan merugikan orang lain. Sebaliknya apabila hati itu bersih maka perkataan dan perbuatan terasa enak, nyaman dan bermanfaat bagi orang lain.

Beberapa penyebab dari hati kotor ini diantaranya :
1. Terlalu banyak makan dan minum
2. Terlalu banyak tidur
3. Terlalu banyak bicara
4. Terlalu banyak bergaul

Dengan berpuasa maka keempat unsur penyebab hati kotor ini dapat dikurangi yaitu dengan cara :

1. Mengurangi frekuensi makan dan porsi makan pada saat sahur dan buka puasa. Jangan sampai puasa hanya memindahkan waktu makan saja atau bahkan dengan porsi yang jauh lebih banyak dan lebih mewah daripada biasanya.

2. Mengurangi jam tidur dengan cara sholat malam. Jangan sampai kita justru lebih banyak tidur di bulan Ramadhan karena ada tambahan tidur pagi dan tidur siang. Memang untuk melepaskan kebiasaan ini sangat berat apalagi dalam keadaan berpuasa. Tak ada cara lain, harus dilawan dengan niat yang kuat dan membiasakan diri.

3. Mengurangi bicara dengan cara tadarus Al- Qur’an. Banyak berbicara akan memberikan peluang untuk berkata salah, ghibah dan menyakiti orang lain. Oleh karena itu, di bulan suci ini, sangat dianjurkan untuk lebih banyak membaca kalam ilahi dan mengurangi bicara yang tidak perlu.

4. Mengurangi banyak bergaul dengan cara itikaf di Mesjid terutama 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagai mahluk sosial memang manusia membutuhkan pergaulan. Namun kadangkala apabila tidak dibatasi maka pergaulan akan menjerumuskan kita ke perbuatan-perbuatan yang negatif. Coba perhatikan kalau kita lagi kumpul bareng teman, tak terasa membicarakan kejelekan teman kita sendiri atau gosip atau hanya bersenda gurau saja. Dengan cara itikaf di mesjid, kita dilatih untuk bermuhasabah, berdzikir, berkomunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta dan melakukan amalan-amalan sholeh.

Dengan mengurangi makan, minum, tidur, berbicara dan bergaul, minimal dalam bulan Ramadhan ini kita mengurangi peluang panca indera kita untuk berbuat dosa baik kepada Allah SWT maupun sesama manusia. Latihan fisik dan ruhani selama satu bulan ini diharapkan derajat ketakwaan makin meningkat dan hati semakin bersih.

Komentar
  1. Erdien mengatakan:

    Yang poin 4 paling berat Kang. Setiap hari bertemu orang banyak dan banyak yang harus dibicarakan, khususnya berkaitan dengan pekerjaan.
    Waktu kerja juga begitu panjang, jam kerja biasa + Lembur. Repotnya bukan mainMemang Ramadaan ini rasanya tak terlalu dekat dengan Allah, astagfirullahal-adzim!

  2. Agus Siswoyo mengatakan:

    Hidayah Allah tidak datang dengan sendirinya, kita harus mencarinya dengan berbagai jalan. Termasuk keinginan mensucikan hati di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya.

  3. Sandy mengatakan:

    Padahal Syaiton sudah dipenjara… itu namanya Gawan Bayi …
    Jika Hati sudah kotor – perbuatan pun akan teracuni…

  4. mh mengatakan:

    tau dari mana gan kalo hati orang kotor? hihihihi..

  5. karzanik mengatakan:

    Yup kang deangn hati kotor dapat mengurangi amalan ibadah kita…..
    semoga setelah bulan Ramadhan ini hidup kita jadi berkualitas…

  6. Denuzz BURUNG HANTU mengatakan:

    Selamat malam, Sahabat BURUNG HANTU …
    Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu tercurah dalam kehidupan Sahabat semua …

    Sehubungan dengan Blog Competition Beswan Djarum yg sedang Denuzz ikuti, Denuzz mohon kesedian Sahabat meluangkan sedikit waktu untuk bisa memberikan komentar di 3 artikel ini:

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/eksperimen-mematikan-bersama-djarum-beasiswa-plus/

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/uh-untuk-apa-jadi-beswan-djarum/

    http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/beswan-di-tengah-belantara-fana/

    Komentar menjadi poin penilaian yang cukup besar dalam kompetisi …

    Selain itu Denuzz harap Sahabat berkenan untuk memberikan vote di
    http://www.beswandjarum.com/blogcompetition/
    Tinggal klik “SUKA” pada blog atas nama DENUS HERUWANDA …

    Denuzz ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesedian Sahabat narablog …

    Be a happy blogger! …
    Salam BURUNG HANTU …

  7. suarakelana berbisik mengatakan:

    sekarang tinggal bagaimana menjaga nilai-nilai tsb agar dapat dipertahankan selama 11 bulan ke depan.

    Wilujeng boboran siam Kang. Bilih aya ucap kirang nerap, bilih aya lampah nu teu merenah dina manah, mundut hapunten lahir sinareng batin.

    Salam untuk keluarga.

  8. Fadly Muin mengatakan:

    agag telat nih datangnya saya..
    minal aidin aja mas yah..

    mohon maaf lahir bathin.

  9. Puspita mengatakan:

    Menurutku karna kita tidak bersuka cita mengikutinya. Bayangin aja, org ikut seminar 3 hari bisa berubah tp masa pelatihan selama 1 bulan gak bisa? pasti ada yg salah saat menjalaninya..

  10. Yohan Wibisono mengatakan:

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s