Mengevaluasi Kinerja Kita

Posted: 16 Juni 2010 in Manajemen
Tag:, , ,

Dalam kehidupan apapun, kita ingin segala sesuatu berhasil sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Apalagi dalam dunia bisnis, apa yang kita jual maunya laku dan menghasilkan keuntungan. Sedangkan dalam dunia kerja, target-target yang ditetapkan maunya tercapai dan mendapat apresiasi dari perusahaan.

Namun tak selamanya, apa yang kita inginkan itu, terealisasi dalam kenyataan. Terkadang pinginnya untung malahan buntung. Bagi para pengusaha yang sudah malang melintang di dunianya, hal seperti ini bukan merupakan hal yang aneh dan baru lagi. Jatuh bangun seperti lagunya Kristina, sudah merupakan “lagu wajib” yang harus dilewati dalam kehidupan mereka.

Walaupun tidak perlu alergi terhadap ketidakberhasilan ini, kita juga wajib mengetahui penyebab yang mungkin terjadi. Jangan sampai kita terperosok dalam lubang yang sama. Apalagi kalau kita sebagai pemula, banyak hal yang tidak kita ketahui dan tidak pahami sebelumnya yang akan menjadi hambatan dalam pekerjaan atau usaha kita.

Dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja kita secara berkala, maka kita dapat melakukan antisipasi terhadap faktor-faktor ketidakberhasilan. Kalau kita melupakan evaluasi maka proses pembelajaran akan lebih lama dan banyak menghabiskan energi.

Berikut ini salah satu cara untuk mengevaluasi kinerja yaitu :

Yang Pertama : Evaluasi Hasil
Kita dapat melihat suatu usaha atau kerja berhasil atau gagal adalah dengan cara mengevaluasi indikator-indikator bisnis atau kinerja. Apakah indikator-indikator tersebut sudah mencapai target atau belum. Contoh indikator keberhasilan yang umum dijumpai dalam dunia bisnis adalah profit. Apakah dari usaha yang telah dijalankan selama ini sudah mampu menghasilkan profit atau malahan merugi.

Beberapa cara untuk melihat keberhasilan indikator ini adalah dengan mengevaluasi pencapaian dan mengevaluasi pertumbuhan. Evaluasi pencapaian dibutuhkan untuk mengukur kinerja dengan target perusahaan. Sedangkan evaluasi pertumbuhan dibutuhkan untuk mengukur kinerja kita sekarang dengan kinerja kita sebelumnya baik itu harian, bulanan maupun tahunan.

Yang kedua : Evaluasi Proses
Jika indikator-indikator yang mengalami kegagalan sudah diketahui maka langkah selanjutnya adalah evaluasi prosesnya. Apakah proses yang telah dijalankan selama ini sudah benar atau memang sudah melenceng. Untuk hal ini, kita cek proses yang ada dengan standar atau rencana yang sudah dibuat oleh perusahaan. Cara termudah adalah dengan menggunakan daftar pengecekan (cheklist).

Apabila dari hasil checklist ini sudah sesuai dengan prosedur tetapi hasilnya belum memuaskan, maka ada kemungkinan prosedur atau rencana yang dijalankan sudah tidak tepat lagi dijalankan dan perlu dilakukan perbaikan. Disinilah peningkatan proses secara terus menerus harus dilakukan agar bisnis kita tetap bertahan di tengah-tengah persaingan.

Yang Ketiga : Evaluasi Sumber Daya
Kalau dari hasil evaluasi proses ditemukan bahwa tidak ada kesalahan yang berarti dalam prosedur dan implementasi rencana yang ada maka hal ketiga yang masih harus dievaluasi adalah sumberdaya (resources). Sumber daya ini meliputi Manusia, Material, Mesin dan Uang.

Faktor manusia merupakan unsur yang sangat vital dan sangat menentukan keberhasilan kinerja. Ukuran dari sumber daya manusia ini biasanya terdiri dari kemampuan, pengetahuan dan sikap. Untuk mengevaluasi ketiga unsur ini biasanya digunakan penilaian kinerja individu, sosiometri, psikotest, assesment dan sebagainya.

Untuk material dilakukan dengan cara mengevaluasi jumlah, spesifikasi, waktu distribusi dan penyimpanan material. Apabila unsur-unsur tersebut ada yang tidak beres, maka akan berpengaruh terhadap hasil akhir.

Untuk mesin, indikator yang bisa dievaluasi adalah ketersediaan dan kehandalan. Mungkin saja penyebab dari kinerja yang buruk karena faktor mesin ini. Misalkan mesin-mesin yang digunakan ternyata sudah tua dan tidak handal lagi dan butuh biaya perawatan yang tinggi.

Faktor terakhir yang paling populer dievaluasi adalah Uang. Faktor ini yang sering muncul dan menjadi kambing hitam apabila program tidak mencapai target. Apabila hasil penjualan jeblok, maka yang disalahkan adalah pemasarannya kurang berhasil. Orang pemasaran pun beralasan bahwa dana yang dibutuhkan untuk promosi tidak cukup. Disinilah evaluasi terhadap uang sangat penting. Banyak ratio-ratio yang digunakan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi dari kegiatan yang dilakukan perusahaan.

Akhirnya dari hasil evaluasi ini maka harus ada mekanisme untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada. Jangan sampai evaluasi hanya sekedar evaluasi tidak dibarengi dengan tindakan nyata. Kalau tidak bisa dieksekusi oleh kita sendiri karena keterbatasan sumber daya atau kewenangan kita, maka kita harus upayakan agar hasil evaluasi ini dapat ditindaklanjuti oleh atasan kita atau unit yang lebih berwenang menanganinya.

Yang penting lagi, proses evaluasi seperti ini seharusnya menjadi pola dalam kegiatan kita. Tentu saja tidak harus dilakukan tiap hari, mungkin bisa kita lakukan evaluasi secara bulanan agar secara dini kita bisa mengetahui tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan upaya-upaya yang harus kita lakukan agar kinerja yang diinginkan bisa berhasil.

Komentar
  1. berandalcinta mengatakan:

    seepp mas…masukkan yg baek..!!

  2. Agus Siswoyo mengatakan:

    Seperti dalam ilmu manajemen, konsep PDCA (Plan, Do, Check and Action) bisa diterapka dalam segala bidang kehidupan. Artikel yang membuat saya mikir-mikir lagi nih mas…

  3. Erdien mengatakan:

    Hatur nuhun shraingna Kang

    Tetela salami ieu seueur anu teu aca kaperhatoskeun yeuh🙂

  4. suarakelana mengatakan:

    ada yg unik saat evaluasi sumberdaya. Kalo top level biasanya lebih suka menyoroti faktor SDM, sedangkan low level lebih suka menyoroti material, mesin, dan terutama sekali :fulus.

  5. Aas Maesyanurdin mengatakan:

    betul pa, inilah yang sering menimbulkan gap persepsi antara manajemen dan karyawan. makanya dlm perusahaan muncul organisasi utk menyuarakan aspirasi karyawan sekaligus mediasi dgn top leader perusahaan.

  6. Andre mengatakan:

    Benar-benar menambah referensi saya pak, karena saya baru jadi karyawan kemarin sore..

    Oh ya,, ada kisah yang bisa dilanjutkan nih pak.. http://andre.web.id/kisah-seorang-blogger-jilid-5/
    Semoga tidak keberatan untuk melanjutkannya..🙂

  7. aas maesyanurdin mengatakan:

    selamat ya, smoga sukses..
    ok, saya langsung ke TKP aja

  8. joko santoso mengatakan:

    Saya menganggap uang memang peranan penting, contohnya nih.. saya punya sedikit usaha, saat ini saya sudah mengevaluasi poin 1-3, nah omset saya nggak naik-naik karena faktor yang keempat mas,… kurang modal ha…ha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s