Shortcut to Famous

Posted: 16 April 2010 in serambi
Tag:, , ,

Malam ini, karena nyantai, saya nonton tv. Ada hal yang menarik dari tiga stasiun tv nasional yang secara bersamaan menayangkan acara talent show berupa Indonesian Idol, Mama Mia dan Dangdut Mania. Karena saya suka dan penasaran sekali akan munculnya para penyanyi baru yang bagus, saya tonton dua dari tiga acara tersebut secara bergantian. Saya cukup terhibur karena ternyata dari dua acara tersebut saya mendapatkan beberapa penyanyi yang menurut saya bagus dan punya ciri khas dan cukup menonjol. Namun bukan itu yang akan saya ulas disini, biarlah para pengamat seni tarik suara yang berkompeten mengomentarinya, kalau saya masih jauh panggang dari api, kena percikannya saja belum. Yang akan saya ulas disini adalah konteks acara tersebut dilihat dari sisi yang lain.

Mengapa talent show seperti ini mendapat rating yang cukup tinggi di acara tv. Kalau saya amati, ada 3 hal yang menyebabkan para penonton tertarik dan penasaran untuk melihat acara ini sampai habis. Hal yang pertama adalah performansi dari para peserta berupa teknik vokal, penampilan dan style peserta dalam membawakan lagu. Yang kedua adalah bagaimana komentar dari para juri atau komentator terhadap performa para peserta yang terkadang pedas, lucu atau membuat adu argumen yang membuat acara makin menarik. Dan yang ketiga adalah hasil akhir dari setiap acara yaitu siapa yang akan tersisih dalam babak kualifikasi atau siapa yang menjadi juara pada saat grand final. Ketiga hal tersebut diramu sedemikian rupa oleh sang sutradara, yang terkadang ada beberapa episode diselingi dengan drama tertentu yang melibatkan emosi peserta, atau juri atau kru sekalipun yang membuatnya seakan-akan menjadi episode reality show. Tentu saja ini bagian dari skenario untuk menaikan rating.
Hmm… memang acara talent show adalah bagian dari industri hiburan yang melahirkan beberapa talenta yang mungkin akan menjadi besar dan bersinar, namun hal ini bukan menjadi jaminan karena banyak faktor yang membuat seseorang gagal menjadi seorang superstar seperti attitude yang buruk, performa yang tidak konsisten ataupun dari sisi manajerial artis yang amburadul. Namun terlepas dari itu, tetap saja acara ini mendapat perhatian dari masyarakat karena acara ini memang salah satu cara singkat untuk menjadi terkenal di negeri ini.

Komentar
  1. suarakelana mengatakan:

    buat yg punya bakat, itu kesempatan yg makin luas gak seperti jaman dulu yg harus dari keluarga artis juga (pemerataan kesempatan)
    buat yg nonton (kek saya neh..), selain hiburan juga ada tambahan wawasan, dan kadang ada aroma perjuangan disana

  2. Aas Maesyanurdin mengatakan:

    betul pa apalagi kalau yang terangkat itu adalah golongan marginal, sangat berarti sekali untuk mengangkat harkat dan materi keluarganya dan mungkin 2 turunan selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s