Seminggu yang lalu, saya berkunjung ke orang tua (baca mertua) saya. Tidak sekedar memenuhi kewajiban sebagai seorang anak dan mantu yang harus sungkem di hari Lebaran tetapi lebih dari itu. Banyak hal yang harus diselesaikan terkait dengan permasalahan yang bersifat past tense, present tense maupun future tense. Kalau disatukan permasalahannya menjadi past perfect continuous tense…hehehe.
Perjalanan antar kota dalam provinsi (AKDP) atau antar kota antara provinsi (AKAP) selama momen Lebaran, biasanya melelahkan karena padat dengan kendaraan. Apalagi pada saat melewati kawasan rawan kemacetan seperti Nagrek, Gentong dan Rancaekek, siap-siap kaki pegal-pegal tekan kopling, rem dan gas bergantian.
Namun tak disangka tak dinyana, perjalanan lancar seperti waktu normal. Kebetulan saat itu, hujan deras disertai badai sepanjang perjalanan hingga para pengendara roda dua terpaksa minggir, berhenti dan dengan rela memberikan jalan yang lebih lapang kepada para pengendara roda empat yang masih meneruskan perjalanan.
Setelah acara sungkeman orang tua dan salam-salaman dengan keluarga, saudara dan tetangga selesai. Dilanjutkan dengan kunjungan ke salah satu kawan sekaligus suhu (baca guru). Sudah hampir dua kali lebaran tidak pernah ketemu muka, walaupun ketemu di ”dunia lain” sering sekali.
Tidak banyak yang berubah dengan Sang Suhu. Perawakan yang ramping dan wajah yang masih terlihat muda dan tidak banyak berubah sejak saya berguru kepadanya sepuluh tahun yang lalu. Kesahajaan dari luar dan dari dalam terasa jelas saat kita bertemu. Namun dari kesahajaan ini, terasa kekayaan intelektual terpancar tidak hanya dari satu atau dua dimensi saja tetapi multi dimensi.
Namun ada yang berbeda kali ini yaitu padepokannya yang baru. Setelah lebih dari 10 tahun mendiami padepokan lama yang ada di tengah kota sekarang pindah ke lokasi yang agak jauh dari keramaian. Sesuai dengan karakternya, Suhu merealisasikan padepokannya dengan halaman yang cukup luas, kebun dan kolam ikan yang akan menenangkan hati siapapun.
Setelah mendapatkan PW (Posisi Wuenak) di Saung di tengah-tengah kolam, akhirnya kami pun terlibat dalam pembicaraan yang cukup panjang mulai dari pekerjaan, bisnis, hingga dunia maya. Seperti biasanya saya lebih banyak mendengarkan perjalanan Suhu sekarang ini.
Banyak pelajaran dan jurus-jurus baru yang saya dapatkan dari Sang Suhu kali ini. Salah satunya adalah bisnis Suhu yang sedang menangani proyek besar. Sebuah proyek bernilai Milyaran rupiah kerjasama dengan pihak Asing. Banyak hal yang harus diperhatikan dari proyek seperti ini mulai dari pembebasan tanah proyek, hubungan dengan pihak perbankan, pencairan dana proyek dari mitra asing dan sebagainya.
Dari semua hal yang dipelajari saat itu, ada satu pelajaran yang mungkin tidak dapat saya temui dari orang-orang seperti Suhu ini. Ternyata di balik peluang finansial yang besar di balik proyek yang sedang dikerjakan dan akan dikerjakan. Suhu tetap tidak beranjak dari karakter kesahajaan dan kepedulian terhadap sesama.
Impiannya bukanlah mendapatkan lagi proyek dengan bilangan nol dibelakang yang lebih banyak lagi, tetapi ingin berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Suhu bahkan rela kembali ke kehidupan seperti biasa lagi dan menggarap idenya itu, dengan melepas jabatan dirut sekarang ini.
Sebenarnya masih banyak yang ingin digali dari perjalanan Suhu ini. Namun tak terasa dua jam sudah berlalu, dan agenda lain yang sudah direncanakan sudah menunggu. Terimakasih Suhu atas jurus-jurus terbarunya. Semoga Apa yang dicita-citakan dan dirintis Suhu selama ini bisa tercapai. Amin

Wuih asyik Kang gaduh Suhu agung model kitu. Mugia cita-cita luhungna tiasa ngawujud. Amin!
===
Kaleresan Ayi oge pas wangsul ka Singaparna boboran kamari lancar Kang
kang Erdien teh orang Singaparna kutan teh, pantesan pas lebaran macet..hehehe
si akang teh suka merendah…sieun komentar euy
di abad informasi ini, peran suhu dan murid sudah biasa dibolak-balik
sekali waktu jadi suhu, dua kali waktu jadi murid
sekali jadi suhu, dua kali jadi murid, … tiga kali jadi apa pa..hehehe
Belum punya mertua. Nggak bisa komen deh.
Hehehe…
calon mertua juga boleh…
denuzz awalnya kira suhu ilmu silat gitu soalnya bisa ketemu di alam lain … hehe
~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~
alam gaib… pakai aji halimun..hehehe