Saya sengaja mempostingkan tema ini, mungkin bisa menjadi wacana bagi sahabat2 blogger dan sekaligus jawaban dari reply komen nya Mas Ahmad.
Otak kita setiap saat menghasilkan impuls-impuls listrik. Aliran listrik ini lebih dikenal dengan gelombang otak. Yang dapat diukur dengan dua cara yakni amplitudo dan frekuensi. Amplitudo adalah besarnya daya impuls listrik yang diukur dalam satuan micro volt. Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik yang diukur dalam cycle per detik, atau hertz. Frekuensi impuls inilah yang menentukan jenis gelombang otak, yakni :
a. Beta (Frekuensi 12 ~ 25 Hz)
Gelombang yang dominan berlaku pada saat kita terjaga, menjalankan aktivitas dengan logika tinggi atau analisa tinggi misalkan saat kita berdebat, mengerjakan matematika, olah raga dsb. Jika Gelombang Beta dominan dan selalu kita gunakan maka kehidupan kita akan dipenuhi kekhawatiran, ketegangan, dan proses berfikir yang tidak fokus.
b. Alpha (8 ~ 12 Hz)
Gelombang yang dominan berlaku pada saat tubuh dan pikira rileks dan tetap waspada seperti pada saat membaca, menulis, berdo’a atau fokus terhadap suatu obyek. Gelombang Alpha ibarat penghubung antara alam sadar dan alam bawah sadar. Menghilangkan stress bisa dilakukan dengan memasuki gelombang Alpha dengan cara fokus terhadap suatu obyek baik itu penglihatan, pendengaran, dan berpikir dalam waktu yang bersamaan (konsentrasi terfokus). Gelombang Alpha ini juga membuka pikiran kita lebih kreatif.
c. Theta (4 ~ 8 Hz)
Gelombang yang berlaku dominan pada saat kita berada di pikiran bawah sadar seperti meditasi, hampir tidur atau tidur disertai mimpi. Disinilah memori jangka panjang tersimpan dan juga merupakan gudang inspirasi kreatif. Materi yang disimpan oleh memory dapat kita ambil setiap saat namun membutuhkan bantuan gelombang alpha dan beta agar dapat dikenali oleh alam sadar kita.
d. Delta (0,1 ~ 4 Hz)
Gelombang yang berlaku dominan pada saat kita tidur tanpa mimpi. Otak menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, delta dapat muncul bersama dengan gelombang lainnya dan bertindak sebagai intuisi, empati dan tindakan yang bersifat insting.

wew
wew juga..
oh itu ya frekuensi otak, kira in sangat cepet kisaran giga hertz gitu,
salam kenal mas
kalo frek nya giga Hz, di otaknya pasti udah ditambahin penguat lagi… bisa nangkep wifi …hehehe
benar sekali mas..
terutama alfa dan Beta…
dan gelombang2 tersebut bisa kita pancarkan kepada orang lain juga
Nice info
trims atas infonya…
Wuih ilmiah buanget nih! Keren!
Bagaimana akibatnya jika terkena pancarang gelombang tersebut dari pihak lain ya?
betul mas, ada yang menyebutkan gelombang otak kita dgn orang lain bisa saling berinteraksi melalui bagian syaraf otak kita yang dinamakan RAS (Reticular Activating System). RAS inilah yang mengendalikan juga traffiknya Alam Bawah Sadar kita.
maaf mas..baru bisa berkunjung nih…
baru nyadar nih kalo gelombang otak pun bisa jadi postingan
thank backlinknya ya
sama-sama tks…apapun apalagi yang bermanfaat bisa dipostingkan.
saya mengetahui istilah2 itu dari bukunya pak Erbe Sentanu “quantum Ikhlas”.
cukup rumit untuk memahaminya, pada awalnya. namun saya bisa menangkap kesimpulannya. bahwa dalam penyerapannya otak mengalami penyaringan yang cukup rumit sampai akhirnya bisa sampai ke titik intinya. dan jika sudah sampai disitu akan sulit sekali untuk merubahnya. kecuali ada proses reinstalas..
iya mas Fadly, kalau di bukunya pa Erbe sangat lengkap plus latihannya berupa digital prayers
subhaanallah.. sampe segitunya ya mas. infonya bermanfaat banget neh. salam kenal ya mas
Amin.. terimakasih mas.. salam kenal juga
keren banget nich
Alhamdulillah, tks
Judulnya ciamik…kek saudara kembar tiga..utak atik otak.
Hehehe
hehe..kebetulan aja mas. cari judul yang gampang diinget
utk ngambil theta dan delta biar bisa dibaca pikiran sadar, kayaknya bisa dibikinin modulator frekuensi tuh
hehe… kalau ada yang bikin saya pesen deh
sungguh luar biasanya Tuhan menciptakan otak manusia…
setuju mas, sangat luar biasa… sangat sempurna
gelombang beta saya lemah… payah dh…
kenapa mas? kayanya kalau gelombang beta ini jarang dipermasalahkan selama kita bisa bekerja dan berpikir normal
Sekedar sharing, penggunaan otak gelombang Theta dan Delta harus lebih di optimalkan
betul mas, sekedar contoh, dalam ilmu kedokteran pun sudah diterapkan penggunaan gelombang theta ini, dan dikenal dengan istilah Spontaneous Remission atau penyembuhan tanpa alasan yang jelas secara ilmiah.
Besok borong gelombang alpha ahh…
Jangan dihabiskan mas, kasihan yang lain tidak kebagian.. hehehe
Paling bagus kita belajar dan berfikir dalam kondisi thete ya mas… contoh signifikannya apa ya mas, kalo melakukan dua hal itu di kondisi bukan theta.
Dalam waktu yang sama sebenarnya ada 4 gelombang otak yang bekerja tetapi dalam kadar yang berbeda. Pada saat kita belajar dan berpikir gelombang betha lebih dominan. Pada saat rileks gelombang alpha lebih dominan. Sedangkan untuk gelombang theta dan delta adalah saat kita berada di alam bawah sadar. Menurut para ahli, ada teknik-teknik tertentu untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan yang kita inginkan. Pada artikel berikutnya, Insya Allah kita akan kupas lagi hal ini. tks
ada hubungannya sama telepati atau hipnotis ngga ya..?
kalau hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis. Kalau telepati adalah kemampuan untuk merasakan sesuatu dari jarak jauh. Mungkin bisa ada hubungannya antara hipnosys dan telepati karena sama2 menggunakan alam bawah sadar.
[...] 3. Fokuslah pada saat mendengarkan dalam menyerap dan memahami ilmu, apabila perlu turunkan frekuensi otak kita ke zona Alpha. (lihat postingan Utak Atik Otak). [...]
otak ada gelombang nya juga ya,..
udah ke air laut ajah,..